« Otak bukan misteri. Ia bekerja berdasarkan aturan yang bisa dipahami. »

Solusi pendidikan

Tutor sebaya: belajar dengan mengajar

Seorang siswa terjebak pada suatu konsep selama dua puluh menit. Alih-alih mengangkat tangan ke arah guru, ia berpaling ke teman sebangkunya. Tiga kalimat kemudian, ia akhirnya paham. Refleks ini, yang sering dipandang sebagai solusi darurat, pilihan kedua saat guru sibuk di tempat lain, sebenarnya adalah salah satu metode belajar yang paling terdokumentasi dengan baik yang […]

Masyarakat dan inklusi

Sindrom penipu: berhasil tak pernah cukup

Seorang siswi mendapat nilai sangat baik dalam ujian yang ia takuti. Alih-alih lega seperti yang diharapkan, sebuah pikiran muncul hampir seketika: topiknya kebetulan cocok baginya, pemeriksa cukup lunak, ia hanya beruntung. Keberhasilan, alih-alih menenangkannya, justru segera menyalakan kembali keraguan. Mekanisme ini punya nama, sindrom penipu, dan ia terutama menyerang siswa-siswa paling cemerlang. Perasaan yang jauh […]

Masyarakat dan inklusi

ADHD di kelas: perhatian yang bekerja secara berbeda

Selama dua puluh menit, siswa ini tampak melamun. Pandangan kosong, pena tak bergerak, tak ada jejak konsentrasi yang terlihat pada latihan yang sedang berlangsung. Kemudian, pada latihan berikutnya yang tiba-tiba menarik minatnya, ia menjadi sangat fokus, produktif, hampir mustahil dialihkan perhatiannya. Kontras ini sering membingungkan orang dewasa di sekitarnya, yang melihatnya sebagai bentuk keengganan yang […]

Solusi pendidikan

Kembali kuliah: membangun kembali rasa percaya diri

Seorang dewasa, sepuluh atau lima belas tahun setelah ijazah terakhirnya, ragu di depan formulir pendaftaran sebuah pelatihan. Bukan programnya yang menghentikannya, bahkan bukan pula biaya kelasnya. Itu adalah suara kecil yang berulang kali mengatakan bahwa sudah terlambat, bahwa ia telah kehilangan kepiawaiannya, bahwa ia tak akan mampu mengikuti di tengah mahasiswa yang lebih muda dan […]